Beranda / Berita / Aceh / Setahun Shafda” Tanpa DOKA Namun Mampu Berbuat”

Setahun Shafda" Tanpa DOKA Namun Mampu Berbuat"

Sabtu, 29 Desember 2018 19:08 WIB

Font: Ukuran: - +

Shabella Abubakar, Bupati Aceh Tengah.

DIALEKSIS.COM |Takengon – Setahun sudah kepemimpinan Bupati Aceh Tengah Shafda (Shabela Abubakar- Firdaus). Pada tahun 2018 negeri ini diuji dan merupakan satu satunya kabupaten yang tidak mendapatkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Namun walau tidak mendapatkan DOKA, negeri penghasil kopi ini mampu berbuat. Ada sejumlah prestasi yang diraih Aceh Tengah selama setahun ini, sebut Shabela Abubakar, Bupati Aceh Tengah, ketika dilangsungkan temu Pers, Sabtu (29/12/2018) di Pendopo Takengon.

Pada tahun ini, sebutnya, Aceh Tengah mampu membangun 13,35 Kilometer aspal hotmix, 3,5 kilometer aspal lapen, 58,6 kilometer pembukaan jalan dan 4,2 kilometer dilakukan pengerasan.

" Ada akses yang mempersingkat transportasi . Ada ruas jalan yang sudah ada sejak tahun 1958 belum dibuka. Kini ruas jalan itu kita buka. Mempersingkat 7 kilometer. Jalan Totor Uyet- Tapak Moge yang panjang 7 kilo, dengan lebar 4 meter, kini sudah diaspal hotmix," kata Bela.

Selama ini masyarakat bila ingin ke Tapak Moge, harus memutar melalui Bukit Menjangan- Ratawali, Kute Panang. Namun dengan dibukanya ruas jalan ini mempersingkat jarak tempuh mencapai 7 kilometer.

Selian itu juga dilakukan pengaspalan Paya Kolak- Pilar yang panjangnya mencapai 8,2 kilometer, namun tahun ini baru berhasil diaspal 3,5 kilo. Selama ini masyarakat Rusip Antara bila ingin ke ibukota Kecamatan harus melalui jalur Rusip, Genting Gerbang – Blang Kekumur – Berawang Gading, dengan panjangnya mencapai 18 kilo. Otomatis sudah menghemat 10 kilometer, kata Bela.

Dalam temu Pers itu Shabela juga menjelasakan, ada pengaspalan jalan utama Ratawali – Blang Mancung, sudah diaspal hormix sepanjang 4 kilometer, sehingga tidak lagi menjadi kendala bagi pengguna jalan di kecamatan ini menuju ibukota kabupaten.

Menurut Shabela keberhasilan lainya, Aceh Tengah mendapat juara dua ujian nasional berbasis computer (UNBK) SMP di tingkat Aceh. Juara satu literasi sekolah SMK di tingkat nasional.

Sudah ada 11 Puskesmas pada tahun 2018 mendapatkan akreditasi. Sementara program UKS, SMK 1 Takengen mendapat apresiasi dari kementrian ketika dilangsungkan lomba sekolah sehat tingkat nasional. Demikian dengan RSU Datu Beru kembali mengukir sejarah mendapatkan akreditasi paripurna versi SNRAS peringkat pertama untuk yang kedua kalinya.

Dibidang aparatur pemerintah, kata bupati, Aceh Tengah kembali mendapatkan WTP ke Sembilan kalinya. Juga mendapatkan penghargaan kota sehat Adipura, mendapatkan penghargaan dalam pelayanan publik yang diraih Dinas Kependudukan dan catatan sipil, serta dinas perizinan dan penanaman modal dari Menpan.

Dataran tinggi Gayo sudah ditetapkan menjadi dataran tinggi terpopuler ke -3 se Indonesia. Bertambahnya sejumlah destinasi wisata baru, seperti Bur Telege, lancuk Leweng, Bur Rintis, Dermaga Dedalu dan Dermaga Nosar, semakin menarik wisatawan untuk menikmati alam Gayo.

Menurut Shabela, Menkumham RI sudah menetapkan Tari Sining dan keni Gayo sebagai budaya tak benda . Selain itu masih banyak prestasi yang sudah ditoreh Gayo Lut ini, seperti masuk peringkat ke 5 saat dilangsungkan PORA di Jhanto.

Demikian dengan sejumlah program lainya seperti janji saat kampanye akan mendapatkan lahan untuk setiap KK baru, secara bertahap akan diwujudkan. Aceh Tengah pada tahun ini sudah menambah 1500 hektar kebun kopi, serta sejumlah pengembangan pertanian unggulan lainya.

Menurut Shabela sejumlah keberhasilan itu bila dijelaskan secara mendetil akan membutuhkan waktu. Untuk penanganan musibah, misalnya, kata Bela, Aceh Tengah kekurangan alat berat yang memadai. Ruas jalan negara dan provinsi disini kerap bermasalah saat musim penghujan.

"Menunggu penanggulalan secepatnya dari pihak provinsi membutuhkan waktu. Namun karena kita membutuhkan akses itu kita juga harus turun tangan mempercepat kelancaran jalan. Dilain sisi adanya musibah untuk level kabupaten juga harus ditangani," sebutnya. (Baga)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda